Cara Mudah Menulis Berita

Bagi sebagian orang, menulis berita itu merupakan hal yang sulit. Penyebabnya, karena nggak ketemu-ketemu apa yang mau ditulis. Padahal sudah membolak balik catatan, tapi nggak ketemu juga dari mana harus menulis. 

Kebingungan, apa dulu yang harus ditulis. Padahal, niat mau nulis sudah terlanjur kenceng, tapi begitu mau menulis tiba-tiba saja pikirannya macet.

Tapi, ada lho yang cukup lihai menulis. Begitu buka laptop, atau nyalain gawai, jemarinya kayak menari-nari tanpa henti. Menulisnya lancar, kadang ngebut tanpa hambatan kayak lewat jalan tol.

Nah buat kamu yang masih merasa bingung, atau kesulitan menulis berita, Limawe.com punya beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk menulis berita. Ya tujuannya biar bisa menulisnya lancar tanpa hambatan, maka beberapa hal ini harus kamu lengkapi terlebih dahulu.

Masih ingat kan dengan rumus berita, 5W+1H?. Untuk mempermudah, 5W itu singkatan dari What, Where, When, Who, Why. Sedangkan 1H-nya adalah How. Unsur-unsur ini harus dilengkapi terlebih dahulu sebelum menulis. Mulai dari Apa, Siapa, Kapan, Kenapa, Bagaimana, dan Bilamana, harus komplit.

Kalau sudah lengkap, Insya Allah dalam menulis berita akan lempeng tanpa hambatan. Tinggal dipilih saja mana di antara keenam unsur itu yang paling menarik. Apakah berkaitan dengan Apa-nya, Siapa-nya, Kenapa-nya atau karena Kapan-nya atau unsur lainnya.

Penentuan unsur yang paling menarik ini penting dilakukan sebelum memulai menulis. Harus ditimbang-timbang dulu, mana yang paling menarik. Jika sudah ketemu unsure yang paling menarik, maka penulisan bisa dimulai dari unsur itu.

Misal dalam sebuah peristiwa melibatkan tokoh yang cukup dikenal oleh masyarakat, maka mendahulukan unsur Siapa-nya dalam penulisan yang diutamakan. “Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terpapar virus corona. Budi terdeteksi positif corona setelah mengikuti tes cepat yang diselenggarakan oleh satuan petugas pencegahan covid 19 pada Sabtu (14/3/2020). Dia menjadi pasien positif pertama covid 19 dari jajaran pejabat”.

Setelah memasukkan unsur Siapa dilanjutkan dengan unsur Kenapa-nya dalam kalimat pertama. Kemudian pada kalimat berikutnya bisa dilengkapi dengan keterangan waktu Kapan-nya maupun keterangan tempat Dimana-nya. Atau bisa juga menulisnya dalam satu kalimat utuh dengan memasukkan unsur-unsur tersebut.

Setelah itu baru memasukkan keterangan keterangan lain yang mendukung dalam penulisan. Tentu, yang utama adalah keterangan dari narasumber. Biasanya banyak keterangan dari narasumber yang disampaikan. Tinggal dipilih saja, lalu dituliskan di bawahnya.

Jika dirasa tulisan dari narasumber masih kurang, bisa ditambahkan dengan narasumber lain. Atau bisa juga ditambahkan dengan data yang mendukung tulisan itu.

Bagaimana, mudah kan menulis berita?. Kalau nggak percaya Silakan dicoba sekali, dua kali atau tiga kali. Insya Allah kalau dicoba akan ketemu mudahnya kok.

Kesulitan menulis berita itu, sebenarnya hanya di awal-awal saja. Selanjutnya jika sudah berulangkali menulis, bakalan nggak terasa kalau menulis itu mudah. Ya, berjalan begitu saja. Kayak sudah hafal.

Nah, kalau ingin mengetahui tulisanmua sudah enak dibaca atau nggak, coba sekali-kali tunjukin ke teman. Minta tolong untuk membacanya. Sekalian minta tolong untuk mengritisi tulisanmu.

Nggak perlu malu salah. Bisa jadi, pengalaman dari teman yang membaca tulisanmu itu akan membimbingmu ke jalan yang benar. Maksudnya, bisa menulis berita yang enak dibaca. Selamat mencoba. (limawe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *